Kewarasan

10.44.00



Aku galau sekali. Kalau kamu tanya penyebabnya, jelas bukan karena laki-laki. Sudah bukan jamanku lagi mau memusingkan hal itu. Alhamdulillah juga, sekarang lelakiku baik sekali. Tidak pernah dia membuat hatiku galau karena dia. Kegalauanku datang dari prinsip hidup yang harus dipertahankan. Aku itu, kalau menurutku sendiri, ya aku adalah perempuan mandiri, sungguh sangat independen sejak dulu. Apalagi sekarang. Masa dimana aku mengambil segala keputusan untuk hidupku sendirian.

Di kota ini, Makassar, tempat aku menyelesaikan studi S1-ku, aku masih disini. Sejak 1 tahun masa studiku selesai, aku tahu ternyata masuk di dunia kerja, keras juga. Belum lagi kalau melamar-lamar. Aku pikir, bekalku sudah cukup, namun ternyata aku ragu juga. Aku nggak tahu, tapi setiap masuk, melamar sebuah pekerjaan, rasanya kepercayaan diriku mengurang. Aku takut aku tidak bisa. Padahal, aku tahu dengan jelas, aku sangat dapat di andalkan di bidangku.

Menyinggung soal mandiri, ternyata susah juga. Apalagi kalau tinggal sendiri dan jauh dari orangtua. Harus mengurus semuanya sendirian. Kadang aku bertanya pada diriku "Apa aku bisa bertahan?" Aku selalu ragu. Namun faktanya, melihat keadaanku sekarang, banyak orang yang ingin seperti diriku (untuk beberapa hal). Saat pikiran seperti itu muncul, dan sebenarnya aku tahu jawabannya, aku merasa menjadi orang yang kurang syukur. Selain itu, melihat fakta yang terjadi, sejauh ini aku mampu bertahan dikota ini tanpa kekurangan satupun. Aku punya prinsip, ketika aku memutuskan untuk menentukan semuanya sendirian, aku tidak akan meminta bantuan kepada siapapun, apalagi kepada orangtuaku.

Wah, satu tahun sejak aku selesai kuliah, aku pikir aku tidak punya apa-apa. Setelah ku telaah lagi, aku hampir lupa. Semua perlengkapan peryoutube-an-ku, sudah lengkap semua, dari kamera, ringlight, koleksi make up, ku tengok baju-baju dilemariku, sudah mulai ada mereknya. Makanku, hampir enak setiap harinya. Walaupun masih tinggal dikos-kosan dan berpindah-pindah, tapi aku masih tinggal ditempat yang sangat nyaman. Lalu kurang apalagi? Kurang banyak? -Iya- Mungkin itu. Setiap manusia yang mengejar dunia, akan selalu merasa kurang banyak. Makanya aku menulis ini sebagai jeda dan pengingat.

Sebenarnya, apa yang benar-benar aku inginkan? Lubuk hatiku yang terdalam bilang "kedamaian dan ketentraman". Aku tidak tahu usia berapa aku akan mendapatkannya. Tapi sungguh aku menginginkan itu. Tidur nyenyak tanpa utang, berjalan tegak tanpa ketakutan. Namun sekarang aku takut akan hari esok. Sungguh aku pengecut. Namun aku manusia, kadang memang begitu, iman sedang melemah. Disatu sisi, semua pemikiran-pemikiran itu, membuat aku harus menerima kenyataanku, menjalaninya, dan bersyukur. Bersyukur membuat hati kita tenang.

Tuhan ada, aku harus percaya aku melihatnya, jika tidak, aku tetap tahu, dia melihatku. Kadang hati kita buta, tapi Tuhan tidak pernah. Buat kamu yang sedang tidak tentram seperti aku, semoga tetap dalam kewarasan. Waras berpikir dan bertindak. Semoga kedamaian yang diinginkan segera datang. Semoga Tuhan memberi kita petunjuk, dan tidak menyesatkan hati kita setelahnya. Good night -,-


Stalk me on:

Instagram @ayuindahts
Youtube Channel Ayu Indah Trisusilowaty

For business inquiries please contact me on :
Email:

So thank you for reading and see you on my next beauty journey^^
With Love



You Might Also Like

4 komentar

  1. nice post,, semakin bertambah umur, akan semakin sering pertanyaan seperti iini muncul ��. semangat ayunda.. slm knal..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kak salam kenal, semangat juga buat kakak : )

      Hapus
  2. Pertanyaan ini tidak bakalan ada akhirnya šŸ˜Š Kalau sudah penat jalan paling baik memang berhenti sejenak dan tarik napas dalam-dalam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sama kak Dwi, makasih dahh mampir kak

      Hapus

Subscribe