MAKASSAR MENUJU KOTA DUNIA

05.16.00


Akhirnya aku bisa nulis tentang ‘Makassar Menuju Kota Dunia’. Sebenarnya aku pun sudah pernah menulis ini, untuk sebuah majalah tugas kuliah. Kebetulan waktu itu, aku jadi pimpinan redaksi majalahnya, dan aku kepengen banget membahas tentang program pemerintah Makassar tentang cita-citaya menuju kota dunia.  Kenapa ini menarik untuk aku? Karena nggak bisa dipungkiri, aku yang sudah berdomisili di Makassar selama lebih dari 4 tahun ini merasakan perbedaan Makassar sekarang dan Makassar yang dulu. Aku sebagai generasi muda nggak bisa tinggal diam dan menikmati saja. Minimal aku harus bicara tentang perubahan ini. Apalagi kalau perubahannya menyoalkan kebaikan dan kemaslahatan umat (udah sok bijak banget yak cara ngomongku : )
Pertama kali datang ke kota Makassar, aku benar-benar hectic, karena merupakan kali pertama bagiku datang ke kota besar. Aku yang berasal dari daerah, Toraja tepatnya, sangat mengalami perbedaan. Toraja adalah sebuah kampung halaman yang dingin, sejuk, tanpa macet, tanpa polusi. Sedangkan Makassar adalah kota yang panas, macet, dan polusi ada dimana-mana. Belum lagi, waktu itu rumahku cukup jauh. Jarak kampus dan rumah hampir 25 KM dan harus melewati jalan-jalan yang sepanjangnya hanya diisi dengan kemacetan. Tahun-tahun pertama aku kuliah di kota ini adalah hal yang sangat berat. Kuliah dari pagi hingga sore. Pagi kena macet, sorepun demikian. Jadi sesampainya dirumah aku tentu menghabiskan waktuku ditempat tidur karena lelah.
Sering sekali aku lupa waktu. Dikampus begitu sibuk dengan tugas perkuliahan, dijalan sibuk dengan kemacetan, di rumah kelelahan. Aku yang dulu begitu rentan dengan sakit. Maag kambuhlah karena telat makan, flu berat karena debu atau kehujanan di jalan, dan juga sering banget sakit kepala karena kepanasan. Aku yang dulu sangat rentan sakit!
Karena hal itu aku jadi mikir, aku di kota ini benar-benar sibuk sekali. Nggak kebayang kalau semua orang sibuknya sama kaya aku bahkan mungkin lebih sibuk lagi. Lalu sebenarnya apa yang kita cari? Apa yang kita cari kalau kita nggak bisa jaga kesehatan sendiri? Aku lalu berbenah diri. Besok lusa kalau aku sudah selesai kuliah, aku ingin hidupku jauh lebih baik dari segi finansial dan juga kesehatan. Aku nggak mau, hanya sibuk cari uang tapi ujung-ujungnya dikeluarin untuk aku berobat karena sakit. Aku kepengen hidupku lebih baik dan aku sehat.
Program Pemerintah Kota "Gerakan Makassar Tidak Rantasa' " 
Sumber foto: http://portalmakassar.com/makassar-tidak-rantasa

Lalu pada saat yang sama aku melihat pemkot Makassar gencar dengan program barunya tentang Makassar menuju kota dunia. Ada banyak aspek yang dilihat, dan diperbaiki. Disini yang pengen aku soroti mengenai masalah kebersihan dan kesehatan, karena keduanya saling berhubungan, dan kena banget sama permasalahanku.

Program MTR atau Makassar Tidak Rantasa’ benar-benar gencar dilakukan dan aku senang banget karena masyarakatpun sangat antusias dengan program ini. Rumah-rumah tanpa tempat sampah menggunakan trash bagkemudian truk-truk sampah akan mengambilnya di pagi atau sore hari. Pemandangan yang seperti ini bagiku seperti menonton film kartun yang biasa aku tonton waktu kecil, aku lupa judulnya apa. Hanya saja, ingatan masa kecilku tentang film kartun itu, terkenang.

Pemerintah dan masyarakat rasa-rasa dua sejoli yang berpacaran, ‘berkomitmen’ menjaga kebersihatan kota Makassar. Komitmen ini memang sangat dibutuhkan, apalagi hubungan antara dua hal ini ‘pemerintah dan masyarakat’ . Karena rasa percuma kalau pemerintah gencar melontarkan program MTR nya tapi masyarakat tetap buang sampah sembarangan. Ibarat orang pacaran, aku aja yang mau mempertahankan hubungan ini sedangkan kamu enggak #eaaa : )
Truk sampah Tangkasaki' (Truk Angkatan Sampah Kita). 
Sumber foto:  http://www.makassarkota.go.id/foto_berita/

Pemerintah sudah mengeluarkan program, menambah truk-truk sampah yang diharapkan masyarakat turut bekerjasama untuk mendukung program ini. Kemudian MTR disanding pula dengan LISA atau Lihat Sampah, Ambil! Pernah nih, suatu ketika aku yang sudah jenuh tinggal dikota ini akan pulang kampung. Aku naik bus antarkota dan kebetulan saat menunggu keberangkatan aku duduk bareng bule. 

Aku ingat waktu itu bulenya perempuan, gayanya cuek banget ‘ya namanya juga bule yak’ trus doi merokok. Nah setelah isapan terakhir, si bule buang puntung rokoknya ke tempat sampah yang jaraknya cukup jauh dari dia. Nah, saat menuju tempat sampah itu, si bule nunduk-nunduk pungutin sampah yang berserakan, pokoknya semua yang ada disekitarnya di pungitin sampai beberapa kali bolak-balik tempat sampah. Aku sebagai penduduk asli Indonesia, sebagai warga Makassar, cukup tertampar dengar hal ini. ‘Kok bisa yah aku nggak aware dengan lingkunganku sendiri?” Kalo ngomong ala-ala Jakarte nih ‘ini tuh Negara gue, kampung gue, tempat gue tinggal, lah kok malah bule yang bersih-bersih? Selama ini gue kemana? Kesadaran gue kemana?” 

Sejak kejadian itu, tamparan halus dari si bule, aku berjanji sama diri sendiri kalau ‘ini negara gue, ya gue yang harus menjaga” jangan sampai nanti diklaim sama Negara tetangga baru marah-marah, mengakui, ya salah siapa nggak menjaga?? Membangun Makassar dan Indonesia yang lebih baik itu sebenarnya dari diri sendiri. Dari LISA! Lihat sampah, ambil (tapi taro tempat sampah yak, jangan di bawa pulang kerumah buat koleksi hehe : ) LISA akhirnya buat aku aware dan semoga masyarakat Makassar juga! Karena kita masyarakat memang di minta untuk berperan aktif untuk menjaga kebersihan diri sendiri, rumah sendiri, lingkungan sendiri, kota sendiri dan Negara sendiri.
 
Karena pemerintah dan masyarakat telah berkomitmen menjaga kebersihan ini, nggak heran deh kalau Makassar di tahun 2017 ini kembali meraih Piala Adipura (yeeaaayyy). Bahkan, Makassar mendapatkan Adipura ASEAN dan Makassar adalah satu-satunya yang meraih kategori Clean Land. Adipura ASEAN ini di berikan dalam rangka ASEAN Environment Day 2017.

Hubungan antara masalah pribadi yang ku ceritkan diatas tadi, dengan program pemerintah  adalah “lingkungan bersih mencerminkan jiwa yang sehat”. Aku, kalau mau sehat memang harus dimulai dari lingkungan yang bersih dulu. Aku suka sih Makassar yang sekarang, jalan-jalan yang ku lalui walau macet tapi tidak separah dulu, akhirnya aku nggak terlalu lama dijalan, lingkungan-lingkungan sekitar bersih, dan aku sangat terdoktrin dengan LISA (apalagi setelah dihampur halus sama si bule itu).  
Contoh lorong sehat di Makassar
Sumber foto: https://www.facebook.com/DPRamdhanPomanto/

Oh iya, untuk membangun masyarakat yang lebih sehat lagi pemerintah juga mempunyai program Longset atau Lorong Sehat lho! Anyway, program ini pun masuk dalam 99 besar Top Inovasi Publik 2017 versi KemenPAN-RB. Melalui Longset ini pemerintah berharap bisa mewujudkan lorong-lorong sehat diseluruh Makassar dengan dibantu Puskesmas di masing-masing kecamatan. Masing-masing Puskesmas di kota Makassar harus memiliki binaan Longset agar memiliki presentase Pola Hidup Bersih dan Sehat di masyarakat. Tentu saja diharapkan semua permasalahan kesehatan yang dialami masyarakat lorong darat segera teratasi.

Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Makassar, ternyata tidak hanya pemerintah saja yang  bergerak, PT. Astra International, Tbk juga turut membuat program kepedulian sosial kepada masyarakat dalam rangka memperingati Inspirasi 60 Tahun Astra. Saat ini, di lorong 7 kelurahan Rappocini hadir Pos Kesehatan Kelurahan (PosKesKel) binaan Astra, sebenarnya hal ini sudah ada sejak 2 tahun lalu, tapi sempat mati suri, kemudian Astra menghidupkannya kembali.
Daeng Ichal meresmikan Kampung Berseri Astra

Jadi, Makassar menjadi salah satu kota tujuan Inspirasi 60 Tahun Astra, dibuktikan dengan  hadirnya Kampung Berseri Astra (KBA) yang berlokasi di Kelurahan Rappocini, hadir dalam bentuk Pos Kesehatan Kelurahan (PosKesKel) dan juga pembinaan ibu-ibu PKK. Aku sangat mendukung hadirnya KBA karena Coorporate Social Responsibility (CSR) Astra memiliki 4 Pilar Utama yakni Lingkungan (Bersih), Kesehatan (Sehat), Pendidikan (Cerdas), dan Pemberdayaan Ekonomi (Produktif). Aspek ini kalau diterapkan bisa membawa Makassar menuju kota dunia, ya nggak sih? Nah, dipilihnya kelurahan Rappocini ini tuh karena memenuhi keempat pilar utama tersebut. 


Bank Sampah yang berada di kelurahan Rappocini binaan Astra
Sumber Foto:  https://makassar.sindonews.com

Aku mau mengajak masyarakat Makassar, khususnya yang bukan warga keluharan Rappocini, ayo jalan-jalan ki’ ke sana. Kelurahan Rappocini terpilih karena sudah memiliki bank sampah, posyandu, lorong garden, pendidikan anak usia dini, ada juga usaha mikro, kecil dan menengah atau UKM misalnya saja pengrajin rotan. Aku harap kelurahan lain juga bisa memenuhi kriteria sehingga tidak hanya pemerintah dan masyarakat yang membangun Makassar menuju kota dunia, tapi Astra juga turut membantu. Aku harap dengan terlibatnya Astra dalam pembangnunan kota Makassar membuat Makassar tumbuh lebih cepat menjadi kota yang lebih maju lagi terutama dalam kebersihan dan pelayanan kesehatan.



Pos Kesehatan Kelurahan Rappocini (PosKesKel)
Sumber foto: http://makassar.tribunnews.com/


Aku sendiri, sangat mendukung perubahan baik untuk Negara, Indonesia tercinta! Apalagi sebagai lulusan Public Relation, paham betul tentang ini CSR. Secara personal, aku melihat filosofi Astra yaitu Sejahtera Bersama Bangsa benar-benar di wujudkan. Tentu saja dengan hadirnya Kampung Berseri Astra di kelurahan Rappocini dan berharap akan ada kelurahan-kelurahan lainnya di kota Makassar. Perusahaan yang baik memang harus memiliki tanggung jawab sosial, bersama pemerintah membangaun masyarakat sejarahtera, membawa Makassar menuju kota dunia, bersama Inspirasi 60 tahun Astra.  


Salah satu contoh Lorong Garden di Makassar
Sumber foto: http://liputanmakassar.co.id/

Apalagi Astra berkomitmen untuk beraspirasi untuk menjadi perusahaan kebanggan bangsa yang berperan serta dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan atau program yang mereka lakukan tidak hanya bisnis semata. Kegiatan bisnis Astra berupaya menerapkan perpaduan yang berimbang pada aspek komersial bisnis dan sumbangsih non-bisnis melalui program, tanggung jawab sosial yang berkelanjutan di bidang pendidikan, lingkungan, pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) serta kesehatan.

Jadi kesimpulanku sih, kalau masyarakat Makassar aware terhadap lingkungannya sendiri, pemerintah akan lebih mudah menyelesaikan programnya, dan kita pun terbantu dengan adanya program CSR dari Astra. Percuma deh kalau pemerintah sudah buat program, tapi kita masih malas-malasan. Maka dari itu, ayoooo kita wujudkan Makassar yang lebih bersih dan lebih sehat lagi. Apalagi Inspirasi 60 tahun Astra turut mendukung pelayanan kesehatan di kota Makassar. Kita sebagai masyarakat ayo bergerak!

Anyway, Inspirasi 60 Tahun Astra dalam membangun Kampung Berseri Astra tidak hanya dilakukan dikota Makassar saja tapi kota-kota lainnya juga. Aku berharap, hadirnya dukungan Astra terhadap kota Makassar bisa menyentuh banyak lini lagi. Aku, generasi muda sebagai agen perubahan juga berharap, diriku sendiri dan juga anak muda lainnya dapat menjadi panutan dan contoh bagi Makassar sendiri, Negara sendiri (jangan lagi bule yang jadi contoh). Ayo perlihatkan semangat kita, Makassar menuju kota dunia : ) 
City of Makassar. 
Sumber foto :https://govinsider.asia/innovation

Let’s be friend, follow my social media:
Instagram @ayuindahts
Youtube Channel Ayu Indah Trisusilowaty

For business inquiries please contact me on :
Email:

So thank you for reading and see you on my next beauty journey^^
With Love




You Might Also Like

23 komentar

  1. Smoga smua lapisan masyarakat bisa melakukan LISA itu biar Makassar bisa semakin bersih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget kak, program LISA hanya bisa berjalan kalo masyarakat yg gerakkan

      Hapus
  2. Makasih, tulisannya sangat menispirasi terutama untuk anak muda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat anak mudaa, kak .. smoga bisa jadi contoh utk negeri sendiri : )

      Hapus
  3. Semoga masyarakat Makassar bisa semakin sadar akan kebersihan dan kesehatan. Apalagi sudah ditunjang dengan fasilitas dari pemerintah, ditambah lagi dari Astra dengan program CSRnya yang hebat šŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget kak, smua akan berjalan baik kalo kita sbgai masyarakat turut berperan aktif

      Hapus
  4. kelak makassar menjadi kota dunia yang warganya juga ramah-ramah pula

    BalasHapus
  5. Sukses sama bapak walikotanya, sukses untuk Makassar yang bersih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin : ) suksesnya walikota krna masyarakat juga berperan aktif, smoga kedepannya jadi lebih baik : )

      Hapus
  6. Bener banget. Program pemeringah wajib didukung. Apalagi ada program-program keren juga dari pihak swasta seperti Astra yang concern untuk pelayanan kesehatan ke masyarakat.

    BalasHapus
  7. Semoga kita sebagai warga Lokal bisa lebih peduli terhadap lingkungan daripada si "bule"

    BalasHapus
  8. Paling suka dengan program pemerintah yang Longgar (lorong Garden)
    Lorong dimakassar kini lebih hijau dan lebih rapi

    BalasHapus
  9. Saya sangat Mendukung Program Pemerintah Kota Makassar, yang jadi titik perhatian sekarang yaitu bagaimana cara mengatasi kemacetan yang terjadi saat pagi dan sore hari

    BalasHapus
  10. Yang lorong garden itu, dekat rumahku lho Ayundaa :))

    Eh, Longset masuk dalam 99 besar Top Inovasi Publik 2017, bersama2 satu program lainnya, namanya Dongeng Keliling Bersama Perpustakaan Keliling, saya pernah tulis tentang Dongeng Keliling itu. Keren ya kota kita :)

    BalasHapus
  11. Makin kesini saya jadi bangga aja jadi warga Makassar. Semoga beneran jadi kota dunia. Jadi percontohan kitaa. Aamiin.

    BalasHapus
  12. Sebagai generasi muda, aku juga mendukng banget banget program astra ini

    BalasHapus
  13. Lorong yang dirappocini itu kulewati setiap hari. memang cantik dan lebih elok dipandang :D

    BalasHapus
  14. Semoga bisa bikin Makassar jadi kota yang bersih dan sehat yaa.. Tapi emang paling penting sih kesadaran warganya untuk menjaga kebersihan.

    BalasHapus
  15. keren ya sekarang ada lorong sehat.. lingkungannya bersih dan cantik :)

    BalasHapus
  16. sukaku mengunjungi lorong2 makassar, ndak samami dulu di'. bersih dan sehat. hijaumi juga banyak tanamannya

    BalasHapus
  17. Berharap warga makassar siap menjadi tuan rumah yang menyenangkan bagi seluruh warga dunia sesuai cita-cita pemkot yang ingin menjadikannya sebagai kota dunia.

    BalasHapus
  18. wah saya baru tau klo Astra juga punya program CSR seperti ini

    BalasHapus

Subscribe